Oktober 27, 2026
FB_IMG_1793079957369
JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kolaborasi Kementan dan TNI merupakan pilar krusial dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Sinergi ini harus terus diperkuat guna menjaga ketersediaan pangan, menghadapi tantangan perubahan iklim, serta menjaga stabilitas ketahanan nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Mentan Amran saat menerima audiensi 46 perwira siswa Pendidikan Reguler (Dikreg) 56 Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI) di Jakarta, Selasa (27/10/2026). Kunjungan strategis ini mengusung tema Pilarisasi Pangan Lokal sebagai Strategi untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan Berkelanjutan.
Tantangan Perubahan Iklim dan Peran Strategis TNI
Dalam arahannya, Mentan Amran menjelaskan bahwa sektor pertanian masa depan dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks. Perubahan iklim ekstrem memicu kekeringan panjang yang berpotensi mengganggu stabilitas produksi pertanian. Oleh karena itu, kesiapan mitigasi risiko menjadi fokus utama pemerintah.
Mentan menekankan beberapa poin penting terkait keterlibatan TNI di lapangan:
  • Pengawalan Program: Memastikan seluruh program strategis pangan terealisasi dengan tepat sasaran hingga ke tingkat petani.
  • Mitigasi Gangguan Pasokan: Memperkuat kesiapan negara dalam mengantisipasi potensi krisis atau hambatan jalur pasokan pangan.
  • Stabilitas Nasional: Menjaga ketahanan pangan sebagai fondasi utama kesejahteraan masyarakat dan keamanan negara.
“Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan makanan, tetapi juga berhubungan erat dengan kesejahteraan masyarakat dan stabilitas nasional,” ujar Mentan Amran.
Reformasi Regulasi untuk Kesejahteraan Petani
Selain sinergi kelembagaan, Mentan Amran menyoroti pentingnya keberanian dalam memperbaiki tata kelola sektor agraris. Salah satu langkah konkret yang telah diambil adalah penyederhanaan regulasi penyaluran pupuk. Reformasi birokrasi ini terbukti mempercepat distribusi bantuan ke petani sekaligus berdampak langsung pada peningkatan produktivitas lahan.
Perwakilan perwira siswa Sesko TNI, Kolonel Infanteri Henki Vantriardo, menyampaikan bahwa dialog langsung ini memberikan perspektif baru bagi para perwira.
“Kami mendapatkan banyak pencerahan dan nasihat berharga. Bapak Menteri menekankan bahwa kolaborasi erat antara Kementan dan TNI selama ini menjadi motor penggerak swasembada pangan yang kita cita-citakan,” kata Henki.
Ia menambahkan, kedaulatan pangan merupakan “senjata” strategis agar Indonesia mampu bersaing di kancah global. Sebanyak 46 perwira siswa—terdiri dari 21 personel TNI AD, 16 personel TNI AL, dan 9 personel TNI AU—berkomitmen menyusun rekomendasi kebijakan pangan terbaik melalui seminar Dikreg 56 Sesko TNI demi mendukung visi besar ini.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *