Sorot Khatulistiwa Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mempercepat implementasi berbagai riset strategis nasional. Langkah ini diambil agar inovasi teknologi dapat segera memberikan manfaat nyata dan langsung dirasakan oleh masyarakat luas.
Arahan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden saat menerima Kepala BRIN, Arif Satria, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (27/10/2026). Pertemuan tersebut membahas laporan perkembangan riset di sektor lingkungan, energi, kesehatan, hingga pengelolaan sampah.
Berikut adalah 4 poin utama riset strategis BRIN yang didorong oleh Presiden Prabowo:
1. Antisipasi Karhutla Lewat Modifikasi Cuaca
Dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), BRIN bersinergi dengan BMKG, BNPB, Kementerian Kehutanan, dan TNI AU.
- Operasi Modifikasi Cuaca (OMC): Pemanfaatan teknologi berbasis dry ice untuk memicu hujan di wilayah rawan kebakaran.
- Model Perambatan Api: Pengembangan sistem deteksi dini titik panas menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk memprediksi arah rambatan api di masa depan.
2. Swasembada Energi dari Limbah Sawit
Guna menekan ketergantungan impor LPG yang mencapai Rp97 triliun per tahun, BRIN memaksimalkan potensi energi terbarukan dari industri kelapa sawit.
- Potensi 3,9 Gigawatt: Mengonversi limbah cair sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME) dan tandan kosong sawit menjadi biogas serta energi listrik.
3. Percepatan Riset Vaksin Malaria dan Fitofarmaka
Di sektor kesehatan, Presiden memberikan dukungan penuh untuk kemandirian obat dan vaksin nasional.
- Vaksin Malaria Dipercepat: Proses riset terhadap 4 kandidat vaksin malaria diinstruksikan untuk selesai tiga tahun lebih cepat dari target awal.
- Pengembangan Obat Herbal: BRIN tengah mengawal peningkatan status 19 kandidat Obat Herbal Terstandarisasi (OHT) menuju kategori Fitofarmaka (uji klinis).
4. Teknologi Pengolahan Sampah Desa (Gerakan ASRI)
Presiden menekankan bahwa hasil riset tidak boleh berhenti pada tingkat purwarupa (prototype) saja, melainkan harus diaplikasikan di lapangan.
- Teknologi Skala Rumah Tangga: Percepatan penerapan alat pengolahan sampah di tingkat desa untuk mendukung keberhasilan Gerakan ASRI yang dicanangkan pemerintah.
- Pemberdayaan Perguruan Tinggi: BRIN akan berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi guna mengedukasi masyarakat desa terkait manajemen sampah.
Kesimpulan
Melalui percepatan riset strategis ini, Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya dalam memanfaatkan sains dan teknologi untuk menyelesaikan masalah mendasar bangsa. Sinergi antara BRIN, kementerian, dan instansi terkait diharapkan mampu menciptakan lompatan besar menuju kemandirian energi, ketahanan kesehatan, serta kelestarian lingkungan yang berkelanjutan.(red)
